Archive for 2012

Benarkan Susu Jadi Pengantar Tidur Terbaik

Sabtu, 25 Februari 2012
Posted by harisetiawan

VIVAnews -  Tidur nyenyak sangat penting bagi semua orang. Itu karena saat tidur sel-sel tubuh melakukan perbaikan. Tetapi seringkali tidur bukan jadi hal mudah, karena berbagai faktor.

Banyak yang menyarankan untuk minum susu sebelum tidur jika ingin tidur nyenyak. Sushila Sharangdhar, ahli gizi asal India, menjelaskan sejauh apa efek minum susu sebelum tidur.

Seperti dilansir dari 
Times of India, protein dalam susu yang disebut tryptophan, memang bisa membuat seseorang tidur lebih nyenyak. Ketika tryptophan dirilis dalam otak, maka otak akan memproduksi serotonin, yaitu neurotransmitter pembangkit rasa tenang. Bahan kimia lami otak ini mengirim sinyal dari neuron melalui sistem saraf.

Tetapi, susu juga mengandung banyak asam amino. Saat masuk ke dalam otak, asam amino bersaing dengan tryptophan dan mengganggu pola tidur. Jadi, minum susu hangat sebelum tidur memang bisa membuat tubuh terasa lebih tenang dan nyaman, tapi tidak akan selalu membantu Anda tertidur.

Seperti Anda ketahui susu sangat kaya akan kalsium. Kalsium ini bermanfaat untuk melemaskan otot secara alami. Susu juga bisa meredakan stres, sehingga tidur menjadi lebih nyenyak. Efek susu hangat pada tubuh juga sebagian karena efek psikologis.

Sebenarnya ada banyak makanan dan minuman lain yang bisa jadi pengantar tidur. Ada susu kedelai, keju, kacang-kacangan, teh herbal seperti teh hijau, teh chamomile, dan teh melati. (pie)
• VIVAnews

Sumber: http://kosmo.vivanews.com/news/read/214601-benarkan-susu-jadi-pengantar-tidur-terbaik

VIVAnews  -  Banyak yang mengeluhkan bangun pagi dengan keluhan sakit punggung, leher, dan perasaan tak enak di pagi hari. Waktu tidur malam yang cukup bukan berarti seseorang bangun dalam keadaan bugar.

Posisi tubuh selama tidur menentukan kualitas tidur seseorang. Tidur yang salah dapat memunculkan keluhan sakit leher, masalah perut, bahkan menimbulkan keriput dini.

Ada plus dan minus dari berbagai posisi tubuh saat tidur, berikut di antaranya seperti dikutip dari 
Aol Health:
Menelungkup
Posisi ini sangat baik mencegah sakit leher dan punggung, mengurangi risiko refluks, meminimalkan keriput, serta mempertahankan bentuk payudara.

Pakar dermatologis di Saint Louis University, Dee Anna Glaser, mengatakan, meski relatif paling aman, potensi seseorang mendengkur semakin besar dalam keadaan telungkup. "Mendengkur biasanya paling sering dan paling parah pada posisi ini," ujarnya.
Telentang 
Posisi tidur ini membuat kepala, leher dan tulang punggung dalam posisi netral. "Anda tak akan mengalami tekanan ekstra pada punggung," ucap  Steven Diamant, seorang ahli tulang belakang di New York.

Posisi telentang juga mencegah terjadinya 
acid reflux. Dr Olson mengatakan, "Jika kepala diangkat, perut akan berada di bawah kerongkongan sehingga asam atau makanan tidak naik ke kerongkongan."

Agar nyaman pada posisi telentang, gunakan satu bantal dengan ketinggian sedang untuk menopang kepala dan leher. Bagi yang memiliki masalah mendengkur, Dr Olson menyarankan untuk tidur dengan posisi telentang menggunakan bantal tipis atau tanpa bantal sama sekali.

Menyamping

Posisi ini sangat baik bagi wanita yang sedang hamil, mengurangi dengkuran, sakit leher, dan punggung.

Namun, tidur dengan satu sisi tubuh buruk bagi kecantikan payudara dan kulit. Menurut pakar kesehatan Roshini Rajapaksa, tidur menyamping membuat peregangan pada persendian, tekanan pada kulit wajah serta payudara.

Roshini menyarankan agar selama kehamilan dengan kandungan yang mulai membesar wanita tidur menyamping ke sisi kiri. Gunakan jenis bantal yang agak tebal sehingga mengisi ruang di bahu, agar kepala dan leher dalam posisi netral.
Melengkung
Menurut Dr Olson, posisi melengkung seperti layaknya janin dalam perut memiliki manfaat seperti mengurangi dengkuran dan baik bagi wanita hamil. Namun posisi ini juga akan mengurangi pernapasan lewat diafragma akibat tekanan lutut, risiko pegal pada leher, punggung dan sendi terutama bagi penderita rematik.

"Posisi melengkung akan membuat kerutan berlebih pada wajah dan payudara lebih kendur," ujar Dody Chang, seorang ahli akupunktur di Center for Integrative Medicine di Greenwich Hospital di Connecticut.  Dia menyarankan untuk tidak melakukan posisi melengkung ekstrim. (pie)
• VIVAnews

Sumber: 
http://kosmo.vivanews.com/news/read/218089-plus-minus-posisi-tidur
Bangun tidur pagi pada umumnya sulit dilakukan oleh seseorang pada umumnya, apalagi pada waktu libur kerja atapun libur sekolah. Padahal bangun tidur pagi sangat baik untuk kesehatan tubuh kita. Banyak manfaat yang kita peroleh dari bangun tidur pagi itu sendiri.

Mengapa bangun pagi baik untuk kesehatan..?? Mungkin temen-temen bertanya-tanya...silahkan baca postingan di bawah ini.

1. Bangun pagi dapat memberi kesempatan tubuh untuk mengirup udara segar dengan tingkat polusi rendah. Kualitas oksigen yang baik ini dapat memaksimalkan kerja otak, mencegah kerusakan paru-paru, memperlancar peredaran darah, dan meningkatkan kekebalan tubuh. Temukan informasi unik lainnya hanya di : Klik > Kumpulan 7 Informasi Unik Dan Menarik

2. Memberi kesempatan tubuh untuk menerima paparan sinar matahari yang penting untuk menutrisi tulang. Paparan sinar mentari pagi sebelum pukul 09.00 dianggap terbaik untuk memenuhi kecukupan kalsium dan vitamin D.

3. Peneliti Dari Universitas Roehampton Inggris juga menarik kesimpulan bahwa bangun pagi membuat tubuh lebih sehat, mood menyenangkan, dan memiliki indeks massa tubuh ideal. “Mereka yang bangun pagi cenderung lebih sehat dan lebih bahagia,” ujar Dr Joerg Huber, peneliti, dikutip Telegraph.

Bangun pagi memengaruhi indeks massa tubuh mungkin terkait dengan kesempatan sarapan. Mereka yang bangun pagi cenderung memiliki waktu cukup untuk sarapan sehingga asupan makan lebih terkontrol.

Mulai dari sekarang biasakan bangun tidur pagi karena baik untuk kesehatan kita baik sekarang maupun kedepan nantinya. Semoga postingan kali ini dapat bermanfaat.


Sumber : 
http://serbatujuh.blogspot.com/2012/02/bangun-pagi-baik-untuk-kesehatan.html#ixzz1nPdeoJs5
Seringkali orang khawatir jika terbangun dari tidur di malam hari. Namun beberapa bukti menunjukkan tidur malam selama delapan jam penuh sebenarnya tidak alami. Yang alami adalah tidur setiap empat jam dan kemudian terbangun selama satu atau dua jam, kemudian tidur lagi selama empat jam.
Seorang psikiater bernama Thomas Wehr melakukan percobaan di mana sekelompok orang diminta untuk tidur 14 jam setiap hari selama satu bulan. Butuh waktu bagi para peserta agar dapat mengatur pola tidurnya. Pada minggu keempat, kesemua peserta telah dapat menyesuaikan pola tidurnya. Peserta tidur selama empat jam, kemudian bangun selama satu atau dua jam kemudian tidur lagi selama empat jam.
Tak hanya itu, ilmuwan bernama Roger Ekirch dari Virginia Tech menerbitkan makalah yang disusun dari penelitian selama 16 tahun. Ia mengungkapkan banyak bukti sejarah bahwa manusia di zaman dahulu terbiasa tidur selama dua waktu dalam semalam.
Bukunya yang berjudul ‘At Day’s Close: Night in Times Past’ berisi lebih dari 500 referensi pola tidur dari buku harian, catatan pengadilan, catatan kesehatan dan buku sastra. Buku ini menggambarkan tidur pertama dimulai sekitar dua jam setelah senja, kemudian terbangun selama satu atau dua jam dan kemudian tidur lagi untuk yang kedua kalinya.
Selama periode bangun di antara dua tidur ini, tubuh cukup aktif. Orang sering bangun, pergi ke toilet atau merokok dan bahkan mengunjungi beberapa tetangga. Namun kebanyakan orang tetap di tempat tidur, membaca, menulis dan seringkali berdoa. Sudah ada banyak buku tentang doa yang tak terhitung jumlahnya dari abad ke-15 berisi tentang doa khusus untuk jam di antara dua tidur ini.
Petunjuk dari dokter di Perancis abad ke-16 menyarankan kepada pasangan suami istri bahwa waktu terbaik untuk hamil bukan setelah bekerja seharian, tetapi setelah bangun dari tidur pertama, yaitu ketika suasana lebih tenang dan dapat berhubungan dengan lebih baik.
Gagasan yang mendukung tidur pertama dan kedua ini mulai menghilang selama abad 17-an. Diduga hal ini disebabkan kalangan kelas atas di Eropa Utara menurunkan kebiasaannya tidur selama 8 jam penuh ke seluruh masyarakat Barat. Pada tahun 1920, kebiasaan tidur pertama dan kedua telah sepenuhnya hilang.
“Malam hari pada abad ke-17 berkaitan dengan banyak hal yang tidak baik. Malam adalah waktu yang dihuni oleh orang-orang jahat, pelacur dan pemabuk. Tidak ada gengsi atau nilai sosial yang berkaitan dengan begadang semalaman,” kata sejarawan, Craig Koslofsky, penulis buku ‘Evening’s Empire’ seperti dilansir BBC, Jumat (24/2/2012).
Saat ini, kebanyakan orang tampaknya telah beradaptasi untuk tidur selama delapan jam penuh. Tetapi Ekirch percaya bahwa banyaknya gangguan tidur saat ini berasal dari dorongan alami dari tubuh untuk tidur terpotong tiap empat jam sekali. Itulah mengapa banyak orang yang mengaku insomnia kemudian tidak mudah tertidur kembali.
“Banyak orang bangun di malam hari dan kemudian panik. Saya memberitahu mereka bahwa apa yang mereka alami merupakan pola tidur yang terpisah dan hal itu baik bagi mereka. Lebih dari 30% gangguan kesehatan yang terjadi disebabkan dari tidur, baik langsung maupun tak langsung,” ujar Russell Foster, profesor jam tubuh neuroscience di Oxford University.
Jacobs menunjukkan bahwa periode antara bangun tidur bisa memainkan peran penting bagi manusia untuk mengatur stres secara alami. Dalam catatan sejarah, ditemukan bahwa banyak orang yang memanfaatkan waktu itu untuk merenungkan mimpinya.
“Saat ini hanya sedikit orang yang melakukan hal ini. Maka bukan hanya kebetulan jika dalam kehidupan modern, jumlah orang yang mengalami kecemasan, stres, depresi, ketergantungan alkohol dan penyalahgunaan narkoba semakin naik,” kata Dr Jacobs.
Jadi, jika terbangun di tengah malam, pikirkanlah kebiasaan orang-orang di masa lampau dan bersantai. Karena terbangun di tengah malam bisa jadi baik untuk kesehatan.
Sumber : http://health.detik.com

Waktu Tidur Ideal

Posted by harisetiawan
Hah? Serius? Ya, Anda tidak salah baca kok, dear. Sebuah studi terbaru menunjukkan sebuah korelasi antara lamanya waktu tidur Anda dengan efek negatif yang timbul terhadap fungsi otak. Seperti dilansir oleh The Daily Mail, ilmuwan dari Universitas London menemukan bahwa sebanyak delapan persen orang yang secara konsisten tidur lebih dari waktu yang direkomendasikan (red. enam hingga delapan jam sehari) memiliki performa lebih rendah dalam beberapa tes kognitif. Lebih menakutkan lagi, otak akan mengalami penuaan hingga tujuh tahun jika Anda tidur lebih dari delapan jam sehari secara reguler.Euww... Jangan heran ya jika Anda sering merasa kelelahan setelah menghabiskan akhir pekan dengan tidur hingga sepuluh jam.
So, what's the perfect number? Ilmuwan dari Universitas London mengatakan bahwa waktu tidur ideal adalah sekitar tujuh jam. Subjek penelitian yang tidur dengan lama waktu seperti direkomendasikan peneliti mendapatkan nilai lebih tinggi dari semua tes kognitif yang diadakan oleh mereka. Tetapi sebuah studi yang diadakan oleh Universitas Pennsylvania, seperti dilansir oleh New York Times, menemukan bahwa subjek yang tidur delapan jam sehari memiliki konsentrasi lebih baik.
Banyak penelitian yang telah diadakan, tetapi Cosmo merekomendasikan Anda untuk memilih waktu tidur selama 8 jam sebagai batas aman. Waktu tersebut cukup untuk membuat Anda tetap tampil fabulous,berkonsentrasi sepanjang hari, dan tidak berdampak buruk bagi kesehatan jangka panjang.

Sumber: 
http://www.cosmopolitan.co.id/article/read/05/2011/43/Berapa-Lama-Waktu-Tidur-Ideal-yang-Anda-Butuhkan

Posisi Tidur Yang Baik

Sabtu, 18 Februari 2012
Posted by harisetiawan

Bagaimana posisi tidur Anda? Cara tidur yang baik dapat memperpanjang umur Anda dan mengurangi risikosakit punggung dan pegal-pegal.
Tidur miring
Bila Anda merasa nyaman dengan tidur miring, sebaiknya Andamiringkan badan ke arah kanan. Seperti halnya tidur telungkup, tidur dengan posisi miring ke kiri akan membebani jantung dengan berat badan Anda. Pada saat yang sama, jantung masih harus memompa darah. Hal ini mengakibatkan kelelahan jantung yang dapat berakibat fatal dalam jangka panjang.
Posisi tidur miring yang terbaik adalah “cara tidur bayi” yaitu dengan punggung melengkung dan kaki sedikit menekuk ke arah dada. Posisi ini mengurangi tekanan pada tulang punggung, memudahkan pernafasan, dan membebaskan organ-organ tubuh. Gunakan bantal yang sedikit keras di bawah kepala dan leher untuk mengurangi tekanan di pundak. Sisipkan bantal di antara kedua kaki agar tumpuan badan tidak terlalu berpusat di pinggul dan menimbulkan pegal-pegal.
Tidur telentang
Tidur telentang sangat baik bila Anda memiliki nyeri punggung. Menyisipkan bantal di bawah dengkul kaki bermanfaat untuk mengurangi beban punggung bagian bawah.
Tidur tengkurap
Ini adalah posisi tidur yang paling buruk karena menekan jantung, paru-paru dan perut. Namun, bila karena sesuatu hal Anda harus tidur tengkurap, gunakan bantal di bawah perut dan pinggang. Hindari penggunaan bantal di kepala atau kecilkan ukurannya karena akan menekan leher Anda.
Hampir setiap orang berganti-ganti posisi pada saat tidur. Posisi saat Anda mulai tidur mungkin berbeda dengan saat bangun. Perubahan posisi seperti itu wajar saja, asal tidak berlebihan. Untuk mengurangi pergantian posisi yang terlalu sering sehingga membahayakan tubuh Anda, gunakan bantal yang empuk dan cukup keras dan bersihkan sprei atau badcover agar tidak menimbulkan gatal.
Sumber: www.google.co.id
Welcome to My Blog

Popular Post

Blogger templates

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © Hari Setiawan Blog -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -